Cita - cita saya setelah lulus S1 nanti,saya ingin bekerja di perusahaan terbesar di eropa dan hidup disana. lebih tepatnya di inggris kota london,meniti karir hingga mendapat posisi tinggi di perusahaan tersebut. dan bila tercapai,saya ingin menjadi karyawan sekaligus wirausahawan. menyisihkan sebagian gaji untuk membuka suatu usaha di indonesia.
Alasan saya untuk menjadi karwayan dan wirausahawan agar dapat bekerja dan mempekerjakan orang,untuk membuka suatu usaha saya butuh dana. dan dana tidak datang begitu saja dari langit,untuk mendapatkan dana saya harus bekerja. dengan menjadi karyawan saya akan mendapatkan dana,dan dana tersebut akan saya sisihkan sebagian untuk modal usaha. untuk membuka lapak pekerjaan sehingga meminimalisir jumlah pengangguran di negri ini.
Monday, July 8, 2013
Wednesday, April 3, 2013
Biaya
Apa yang dimaksud
dengan biaya? dan sebutkan macam-macam biaya!
Biaya peluang atau
biaya kesempatan (bahasa Inggris: Opportunity Cost) adalah biaya yang
dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari,
biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan.
Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan uang
sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli
sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan
untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih
untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV.
"Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.
Macam – macam biaya :
1. Total Biaya (TC) keseluruhan biaya yang
dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. Rumus : TC = TFC +
TVC
2.
Biaya Perunit (AC) : Biaya yang dikeluarkan
untuk memproduksi 1 unit barang jadi. Rumus : AC = TC / Q . Q adalah Produk.
3.
Biaya Marginal (MC) : Tambahan biaya karena
menambah 1 unit barang yang diproduksi
Jelaskan kurva biaya?
Untuk menunjukan fungsi biaya yang memiliki hubungan antara
input dan output yang di nyatakan dengan
nilai uang.
Jelaskan mengapa
konsep biaya perlu dipertimbangkan oleh semua organisasi perusahaan?
Agar organisasi perusahaan dapat memantau dengan detil biaya
yang akan masuk dan keluar dengan cara mempertimbangkan konsep biaya nya
terlebih dahulu, konsep biaya juga dapat membuat organisasi perusahaan untuk
mengatur biaya seminim mungkin. Dan meminimalisir kecurangan dalam pengeluaran
biaya.
Jelaskan bagaimana
tindakan perusahaan jika tingkat penjualan sangat rendah tetapi perusahaan
ingin tetap ada dipasar, konsep seperti apa yang perlu diterapkan perusahaan
tersebut?
Hal berikut tindakan yang harus di perhatikan perusahaan
agar tetap ada di pasar :
Dari sudut pandang penjual :
·
Tempat yang strategis (place),
·
Produk yang bermutu (product),
·
Harga yang kompetitif (price), dan
·
Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
·
Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs
and wants)
·
Biaya konsumen (cost to the customer)
·
Kenyamanan (convenience)
·
Komunikasi (comunication)
Coba anda buat pengkategorian biaya!
Pengkategorian biaya :
1.
Biaya Penjualan yaitu Biaya Gaji dan Komisi Penjualan; Biaya Advertensi;
Biaya Bahan Pembantu untuk bagian penjualan dan toko; Biaya Depresiasi aktiva
tetap bagian penjualan; Biaya Depresiasi alat pengangkutan penjualan; Biaya
yang berhubungan dengan bagian penjualan.
2.
Biaya Administrasi dan Umum yaitu Biaya Gaji Pimpinan
dan Pegawai Kantor; Biaya bahan pembantu untuk kantor; Biaya Depresiasi Aktiva
tetap kantor; Biaya Telepon, air, listrik, parkir dll.
Produsen
Apa pengertian dari
produsen? dan sebutkan pengkategorian produsen!
Produsen dalam ekonomi adalah organisasi/kelompok/orang yang
menghasilkan suatu barang/jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk
dikonsumsi oleh konsumen. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa
hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.
Pengkategorian
produsen :
1. Produsen
2.
Distributor
3.
Agen
4.
Pengecer
5.
Pengguna
Apa yang dimaksud dengan perilaku produsen?
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila
dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha
adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko
seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai
berikut :
·
Perencanaan
: Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis,
serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara
mencapai tujuan tersebut.
·
Pengorganisasian
: Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan
perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
·
Pengarahan
: Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing
anak buahnya.
·
Pengendalian
: Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja
tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.
Apa yang dimaksud dengan fungsi produksi?
Assauri (1993:30) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Untuk melaksanakan fungsi tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil.
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).
2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan. Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan sebagai berikut :”Economic refer to this transformation of resources into goods and services as the production function for all operation systems the general goals is to create some kinds of value added, so that the output are worth more to consumers than just the sun of the individual inputs. " Jadi fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.
Dengan demikian untuk membuktikan apakah produksi tersebut telah berjalan atau tidak, maka diperlukan suatu pemeriksaan yaitu pemeriksaan manajemen. Sedangkan program pemeriksaan manajemen pada fiingsi produksi yang akan dilakukan adalah perencanaan dan pengendalian produksi, tenaga kerja produksi, fasilitas produksi, dan pelaksanaan proses produksi.
Apa yang dimaksud
dengan Least Cost Combination?
menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya
terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara
berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk
tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi.
Bagaimana cara
mengoptimalkan produksi?
Cara Mengoptimalkan produksi:
·
Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai
keuntungan potensial ( potential profit ), bukan pengeluaran atau ongkos
produksi yang memang harus di keluarkan. Dengan demikian reduksi biaya produksi
melalui peningkatan efisiansi akan meningkatkan keuntungan.
·
Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas
berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (
bukan sekedar mengubah input menjadi output ) dengan jalan berproduksi pada
biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya
saing melalui strategi penetatapan harga ( pricing strategy ) yang kompetirif
di pasar.
·
Keunggulan kompetitif produk dipasar akan
meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan
penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu
Konsep Elastisitas
Apa yang dimaksud
dengan elastisitas?
elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari
sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain,
elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen
terhadap perubahan harga.
Mengapa elastisitas
perlu dikaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industri?
Agar perusahaan atau industri mengetahui harga pasar agar
konsumen/pembeli dapat membeli barang kebutuhan mereka, karena apabila harga
yang diberikan oleh sebuah perusahaan terhadap produknya terlalu tinggi
masyarakat akan mencari barang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka yang
tentunya harganya lebih sesuai dengan pendapatan mereka.
Jelaskan konsep
elastisitas harga permintaan dan penawaran, silang dan pendapatan!
Elastisitas Harga
Permintaan (the price elasticity of demand)
Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon
jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain
merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta
dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum
permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan sebaliknya.
Elastisitas Harga
Penawaran (The Price Elasticity of Suply)
Sama hal dengan perhatian elastisitas harga pada permintaan,
maka pengertian elastisitas harga pada penawaran, diartikan sebagai suatu alat
untuk mengukur respon produsen terhadap perobahan harga, penghitungan
elastisitas harga penawaran sama dengan penghitungan pada elastisitas harga
permintaan, hanya saja perbedaan pengertian jumlah barang diminta diganti
dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Elastisitas Silang
(The Cross Price Elasticity of demand)
Elatisitas silang adalah elatisitas yang mengukur tingkat
kepekaan perubahan jumlah barang tertentu yang diminta (missal barang x) akibat
perubahan harga barang lain.Elatisitas silang berlaku bagi barang-barang
subtitusi maupun barang – barang komplementer.
Elastisitas
Pendapatan (The Income Elasticity of Demand)
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan
konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya
pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas
pendapatan.
Factor – factor yang
mempengaruhi elastisitas harga :
·
Tingkat
subtitusi : makin sulit mencari subtitusi suatu barang,permintaan makin
inelastic
·
Jumlah
pemakai : makin banyak jumlah pemakai akan suatu barang makin inelastic
·
Proporsi
kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen : bila proporsi tersebut
besar,maka permintaan cenderung lebih elatisitas
·
Jangka
waktu : jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh
terhadap elastisitas harga
Bagaimana menurut anda tentang konsep elastisitas?
Konsep elastisitas
sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis
permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusikemakmuran.
Dalam bidang
perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak
dari suatu kebijakan.
Selain itu, konsep
elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan
daerahterhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu.
Dengan kegunaannya tersebut,
alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan
prioritasdan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi
kemajuan daerah. Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu
variabel terhadap perubahan variabel lain.
Konsumen
Apa yang dimaksud perilaku konsumen?
Perilaku konsumen adalah
proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan,
pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi
kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari
konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah
(low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah,
sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses
pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.
Mengapa perilaku
konsumen perlu dikaji lebih mendalam oleh sebuah perusahaan atau industri?
a)
Analisis ini akan membantu para manajer untuk :
·
Mendesain bauran pemasaran
·
Mensegmen pasar bisnis
·
Memposisikan dan mendiferensiasikan produk
·
Melaksanakan analisis lingkungan
·
Mengembangkan studi riset pasar
b)
Perilaku konsumen harus memainkan peranan yang
penting dalam pengembangan kebijakan publik
c)
Studi terhadap hal ini akan memungkinkan
seseorang menjadi konsumen yang lebih efektif
d)
Analisis konsumen memberikan pengetahuan
menyeluruh tentang perilaku manusia
e)
Studi perilaku konsumen juga memberikan tiga
jenis informasi :
I.
Orientasi Konsumen
II.
Fakta-fakta tentang perilaku manusia
III.
Teori-teori yang menjadi pedoman proses
pemikiran
Jelaskan pendekatan
yang dapat digunakan dalam analisa perilaku konsumen?
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti
perilaku konsumen.
1.
Pendekatan
pertama adalah pendekatan
interpretif.Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal
yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus
group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen
dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2. Pendekatan
kedua adalah pendekatan
tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif,
sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.Pendekatan ini bertujuan
mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan
keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji
coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses
informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap
perilaku konsumen.
3. Pendekatan
ketiga disebut sebagai sains
marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan
statistika.Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model
matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk
memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi,
yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
4. Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan
tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing
dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat
saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan
yang dihadapi perusahaan tersebut.
Faktor apa yang menentukan perilaku konsumen?
i.
Faktor Sosial : Grup,Pengaruh Keluarga,Peran dan Status.
ii.
Faktor Personal : Situasi Ekonomi,Gaya Hidup,Kepribadian dan
Konsep Diri,Umur dan Siklus Hidup,Pekerjaan.
iii.
Faktor Psikologi : Motivasi,Persepsi,Pembelajaran,Beliefs and
Attitude.
iv.
Faktor Kebudayaan : Subkultur dan Kelas Sosial.
Bagaimana menyikapi masalah perilaku konsumen?
Sebaiknya konsumen tidak
mudah terpengaruh atas keinginan sesaat, telitilah sebelum membeli, apakah
barang yang akan kita beli itu termasuk kebutuhan atau hanya keinginan dan
apakah dapat bermanfaat untuk kita. Selain itu kurangi pembelian barang yang
kurang perlu untuk mengurangi pengeluaran dan mencegah kita menjadi konsumen
yang konsumtif.
“sumber : Perilaku
konsumen - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dan http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/teori_ekonomi_mikro/bab3_perilaku_konsumen.pdf”
Tuesday, March 5, 2013
Segala Macam Tentang Ekonomi dan Penawaran & Permintaan
Macam-Macam Sistem Ekonomi.
•Sistem Ekonomi
Sosialis/Komunis
Sistem ekonomi ini menjadikan pemerintah sebagai pusat dari
segala macam kegiatan ekonomi. Segala macam kegiatan ekonomi masyarakat diatur
oleh pusat, bahkan mengenai hak milik pribadi pun pemerintah pusatlah yang
mengatur. Akibat dari sistem ini, tidak adanya kepemilikan pribadi karena
semuanya diatur oleh pusat. Tak ada pula si kaya dan si miskin karena ekonomi
komunis berpandangan bahwa seharusnya kondisi masyarakat harus “sama rata sama
rasa”, tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. Rakyat atau masyarakat tidak
bebas menggunakan sumber daya alam. Kemampuan mereka untuk berpikir kreatif
benar-benar dipasung sehingga rakyat hanya bisa “terima-terima” saja. Sistem
ekonomi sosialis ini digawangi oleh Rusia.
•Sistem Ekonomi
Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini membebaskan segala macam bentuk kegiatan
ekonomi. Pemerintah tak ada urusan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh
rakyat. Mereka semua mendapatkan hak yang sama untuk berkreativitas. Tak ada
pelarangan. Intinya, dalam sistem ekonomi kapitalis, semua bebas berbuat apa
saja. Sehingga tak mengherankan bila kaum pemodal atau kapital menjadi kaum
yang super power pada sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis
ini digawangi oleh Amerika sebagai negara imperialis.
•Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang
merupakan kombinasi dari dua sistem ekonomi sebelumnya, yaitu komunis dan
liberal. Rakyat memiliki hak untuk berkreativitas, namun demikian pemerintah
juga tetap berperan dalam mengatur jalannya kegiatan ekonomi.
Penawaran
dan permintaan
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and
demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di
pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran
dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di
pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap
perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai
titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini
memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi
sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas
yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara
harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor
yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk
terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Pengertian penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan
dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
1.
Harga barang itu sendiri.
2.
Harga sumber produksi.
3.
Tingkat produksi.
4.
Ekspektasi/perkiraan.
Pengertian permintaan
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan
mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu
tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
1.
Harga barang itu sendiri.
2.
Harga barang lain yang berkaitan.
3.
Tingkat pendapatan.
4.
Selera konsumen.
5.
Ekspektasi/perkiraan.
Wednesday, November 21, 2012
Teori menurut para ahli
Pendahuluan
Dalam kerangka organisasi terdapat hubungan antara kinerja perorangan (individual Performance) dengan kinerja organisasi (Organization Performance). Suatu organisasi pemerintah maupun swasta besar maupun kecil dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus melalui kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh orang atau sekelompok orang yang aktif berperan sebagai pelaku, dengan kata lain tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena adanya upaya yang dilakukan oleh orang dalam organisasi tersebut.
Kinerja organisasi akan sangat ditentukan oleh unsur pegawainya karena itu dalam mengukur kinerja suatu organisasi sebaiknya diukur dalam tampilan kerja dari pegawainya.
Pengertian Kinerja pegawai menurut Bambang Kusriyanto yang dikutip oleh Harbani Pasolong dalam bukunya “Teori Administrasi Publik” adalah “Kinerja pegawai adalah hasil kerja perseorangan dalam suatu organisasi”. (Pasolong, 2007:175)
Adapun pengertian kinerja menurut Stephen Robbins yang diterjemahkan oleh Harbani Pasolong: “Kinerja adalah hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dibandingkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.”(Pasolong,2007:
176)
Berdasarkan pengertian kinerja dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat ditafsirkan bahwa kinerja pegawai erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian dalam bekerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh semangat kerjanya.
Bab I
Teori - Teori menurut para ahli
Teori Motivasi Menurut Peterson & Plowman
dikutip oleh Drs. H. Malayu S.P Hasibuan (2003:142) mengatakan bahwa orang mau bekerja karena hal-hal sebagai berikut :
The Desire to Live (keinginan untuk hidup), dimana manusia bekerja untuk memenuhi dan melanjutkan hidupnya.
The Desire For Position (Keinginan untuk suatu posisi), dimana manusia bekerja untuk mendapatkan posisi dalam pekerjaannya.
The Desire For Power (Keinginan akan kekuasaan), keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki posisi.
The Desire For Recognation (Keinginan akan penghargaan), setiap pegawai memiliki motif keinginan dan kebutuhan tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya.
Teori Komunikasi menurut Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Teori Konflik Menurut Lewis A. Coser
Selama lebih dari dua puluh tahun Lewis A. Coser tetap terikat pada model sosiologi dengan tertumpu kepada struktur sosial. Pada saat yang sama dia menunjukkan bahwa model tersebut selalu mengabaikan studi tentang konflik sosial. Berbeda dengan beberapa ahli sosiologi yang menegaskan eksistensi dua perspektif yang berbeda (teori fungsionalis dan teori konflik), coser mengungkapkan komitmennya pada kemungkinan menyatukan kedua pendekatan tersebut.
Akan tetapi para ahli sosiologi kontemporer sering mengacuhkan analisis konflik sosial, mereka melihatnya konflik sebagai penyakit bagi kelompok sosial. Coser memilih untuk menunjukkan berbagai sumbangan konflik yang secara potensial positif yaitu membentuk serta mempertahankan struktur suatu kelompok tertentu. Coser mengembangkan perspektif konflik karya ahli sosiologi Jerman George Simmel.
Seperti halnya Simmel, Coser tidak mencoba menghasilkan teori menyeluruh yang mencakup seluruh fenomena sosial. Karena ia yakin bahwa setiap usaha untuk menghasilkan suatu teori sosial menyeluruh yang mencakup seluruh fenomena sosial adalah premature (sesuatu yang sia- sia.Memang Simmel tidak pernah menghasilkan risalat sebesar Emile Durkheim, Max Weber atau Karl Marx. Namun, Simmel mempertahankan pendapatnya bahwa sosiologi bekerja untuk menyempurnakan dan mengembangkan bentuk- bentuk atau konsep- konsep sosiologi di mana isi dunia empiris dapat ditempatkan. Penjelasan tentang teori konflik Simmel sebagai berikut:
Simmel memandang pertikaian sebagai gejala yang tidak mungkin dihindari dalam masyarakat. Struktur sosial dilihatnya sebagai gejala yang mencakup pelbagai proses asosiatif dan disosiatif yang tidak mungkin terpisah- pisahkan, namun dapat dibedakan dalam analisis.
Menurut Simmel konflik tunduk pada perubahan. Coser mengembangkan proposisi dan memperluas konsep Simmel tersebut dalam menggambarkan kondisi- kondisi di mana konflik secara positif membantu struktur sosial dan bila terjadi secara negatif akan memperlemah kerangka masyarakat.
Teori Kepemimpinan Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)
Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Teori Pengembangan Karir Menurut Pendapat Ekaningrum
Karir digunakan untuk menjelaskan orang-orang pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu.
BAB II
Alasan Pemilihan Teori
Dalam memilih teori-teori diatas terdapat beberapa alas an sehingga saya memilih teori-teori tersebut yaitu sebagai berikut :
Alasan saya memilih "Teori motivasi Menurut Peterson & Plowman" karena manusia bekerja untuk mendapat suatu imbalan,posisi ataupun hal hal berkeprimanusiaan yang lain,dan menurut saya itu sangat logis dan rasional
Alasan saya memilih "Teori Komunikasi menurut Raymond Ross" karena manusia membutuhkan simbol simbol atau tanda tanda dari komunikator agar pendengar dapat merespon dengan baik
Alasan saya memilih "Teori Konflik Menurut Lewis A. Coser" karena konflik secara positif membantu struktur sosial dan bila terjadi secara negatif akan memperlemah kerangka masyarakat
Alasan saya memilih "Teori Kepemimpinan Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)" karena memang kepemimpinan seseorang dibutuhkan agar kerja dalam suatu kelompok tersusun rapih,dan pemimpin harus membantu dan membina anggota nya
Alasan saya memilih "Teori Pengembangan Karir Menurut Pendapat Ekaningrum" karena pengembangan dalam suatu karir itu penting,karena bekerja tidak selalu pada tingkat yg sama.maka di butuhkan pengembangan karir agar dapat menaikan jabatan manusia tersebut.
Bab III
Kesimpulan
Kesimpulannya dari semua teori-teori yaitu kita diwajibkan memahami arti dari teori motivasi, teori komunikasi, teori konflik, teori kepemimpinan, teori pengembangan karier dari para ahli sehingga kita bisa lebih baik untuk kedepannya dan dapat menghindari hal hal negatif yang sudah ataupun belum kita ketahui
Dalam kerangka organisasi terdapat hubungan antara kinerja perorangan (individual Performance) dengan kinerja organisasi (Organization Performance). Suatu organisasi pemerintah maupun swasta besar maupun kecil dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus melalui kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh orang atau sekelompok orang yang aktif berperan sebagai pelaku, dengan kata lain tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena adanya upaya yang dilakukan oleh orang dalam organisasi tersebut.
Kinerja organisasi akan sangat ditentukan oleh unsur pegawainya karena itu dalam mengukur kinerja suatu organisasi sebaiknya diukur dalam tampilan kerja dari pegawainya.
Pengertian Kinerja pegawai menurut Bambang Kusriyanto yang dikutip oleh Harbani Pasolong dalam bukunya “Teori Administrasi Publik” adalah “Kinerja pegawai adalah hasil kerja perseorangan dalam suatu organisasi”. (Pasolong, 2007:175)
Adapun pengertian kinerja menurut Stephen Robbins yang diterjemahkan oleh Harbani Pasolong: “Kinerja adalah hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dibandingkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.”(Pasolong,2007:
Berdasarkan pengertian kinerja dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat ditafsirkan bahwa kinerja pegawai erat kaitannya dengan hasil pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi, hasil pekerjaan tersebut dapat menyangkut kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu. Kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian dalam bekerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh semangat kerjanya.
Bab I
Teori - Teori menurut para ahli
Teori Motivasi Menurut Peterson & Plowman
dikutip oleh Drs. H. Malayu S.P Hasibuan (2003:142) mengatakan bahwa orang mau bekerja karena hal-hal sebagai berikut :
The Desire to Live (keinginan untuk hidup), dimana manusia bekerja untuk memenuhi dan melanjutkan hidupnya.
The Desire For Position (Keinginan untuk suatu posisi), dimana manusia bekerja untuk mendapatkan posisi dalam pekerjaannya.
The Desire For Power (Keinginan akan kekuasaan), keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki posisi.
The Desire For Recognation (Keinginan akan penghargaan), setiap pegawai memiliki motif keinginan dan kebutuhan tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya.
Teori Komunikasi menurut Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
Teori Konflik Menurut Lewis A. Coser
Selama lebih dari dua puluh tahun Lewis A. Coser tetap terikat pada model sosiologi dengan tertumpu kepada struktur sosial. Pada saat yang sama dia menunjukkan bahwa model tersebut selalu mengabaikan studi tentang konflik sosial. Berbeda dengan beberapa ahli sosiologi yang menegaskan eksistensi dua perspektif yang berbeda (teori fungsionalis dan teori konflik), coser mengungkapkan komitmennya pada kemungkinan menyatukan kedua pendekatan tersebut.
Akan tetapi para ahli sosiologi kontemporer sering mengacuhkan analisis konflik sosial, mereka melihatnya konflik sebagai penyakit bagi kelompok sosial. Coser memilih untuk menunjukkan berbagai sumbangan konflik yang secara potensial positif yaitu membentuk serta mempertahankan struktur suatu kelompok tertentu. Coser mengembangkan perspektif konflik karya ahli sosiologi Jerman George Simmel.
Seperti halnya Simmel, Coser tidak mencoba menghasilkan teori menyeluruh yang mencakup seluruh fenomena sosial. Karena ia yakin bahwa setiap usaha untuk menghasilkan suatu teori sosial menyeluruh yang mencakup seluruh fenomena sosial adalah premature (sesuatu yang sia- sia.Memang Simmel tidak pernah menghasilkan risalat sebesar Emile Durkheim, Max Weber atau Karl Marx. Namun, Simmel mempertahankan pendapatnya bahwa sosiologi bekerja untuk menyempurnakan dan mengembangkan bentuk- bentuk atau konsep- konsep sosiologi di mana isi dunia empiris dapat ditempatkan. Penjelasan tentang teori konflik Simmel sebagai berikut:
Simmel memandang pertikaian sebagai gejala yang tidak mungkin dihindari dalam masyarakat. Struktur sosial dilihatnya sebagai gejala yang mencakup pelbagai proses asosiatif dan disosiatif yang tidak mungkin terpisah- pisahkan, namun dapat dibedakan dalam analisis.
Menurut Simmel konflik tunduk pada perubahan. Coser mengembangkan proposisi dan memperluas konsep Simmel tersebut dalam menggambarkan kondisi- kondisi di mana konflik secara positif membantu struktur sosial dan bila terjadi secara negatif akan memperlemah kerangka masyarakat.
Teori Kepemimpinan Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)
Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Teori Pengembangan Karir Menurut Pendapat Ekaningrum
Karir digunakan untuk menjelaskan orang-orang pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu.
BAB II
Alasan Pemilihan Teori
Dalam memilih teori-teori diatas terdapat beberapa alas an sehingga saya memilih teori-teori tersebut yaitu sebagai berikut :
Alasan saya memilih "Teori motivasi Menurut Peterson & Plowman" karena manusia bekerja untuk mendapat suatu imbalan,posisi ataupun hal hal berkeprimanusiaan yang lain,dan menurut saya itu sangat logis dan rasional
Alasan saya memilih "Teori Komunikasi menurut Raymond Ross" karena manusia membutuhkan simbol simbol atau tanda tanda dari komunikator agar pendengar dapat merespon dengan baik
Alasan saya memilih "Teori Konflik Menurut Lewis A. Coser" karena konflik secara positif membantu struktur sosial dan bila terjadi secara negatif akan memperlemah kerangka masyarakat
Alasan saya memilih "Teori Kepemimpinan Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)" karena memang kepemimpinan seseorang dibutuhkan agar kerja dalam suatu kelompok tersusun rapih,dan pemimpin harus membantu dan membina anggota nya
Alasan saya memilih "Teori Pengembangan Karir Menurut Pendapat Ekaningrum" karena pengembangan dalam suatu karir itu penting,karena bekerja tidak selalu pada tingkat yg sama.maka di butuhkan pengembangan karir agar dapat menaikan jabatan manusia tersebut.
Bab III
Kesimpulan
Kesimpulannya dari semua teori-teori yaitu kita diwajibkan memahami arti dari teori motivasi, teori komunikasi, teori konflik, teori kepemimpinan, teori pengembangan karier dari para ahli sehingga kita bisa lebih baik untuk kedepannya dan dapat menghindari hal hal negatif yang sudah ataupun belum kita ketahui
Subscribe to:
Posts (Atom)